Teh, gimana menurut teteh tentang Shodaqoh selain zakat di Indonesia? Khan shodaqoh itu dianjurkan, tapi berhubung mentalnya banyak yang mental pengemis, yang cuma minta-minta tanpa usaha yang menyebabkan orang berpikir "ngapain gw kerja, jadi pengemis aja udah bisa dapet duit" dan malah menambah jumlah kemiskinan gimana tuh?
AnonymousYep yep yep. Shodaqoh ga mesti berupa uang cash, bukan? bisa aja kita ngasih uang ke pengelola zakat, infak, shodaqoh (ZIS), lalu pengelolanya mendistribusikannya bukan dalam bentuk uang atau barang, tp sesuatu yg lebih sustainable. Misalnya, membantu modal untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM), pembangunan rumah sakit atau puskesmas murah atau bahkan gratis, pembangunan sekolah yg memadai juga pengadaan guru2 berkualitas. Sehingga, bukan hanya pendapatan saja yang meningkat, tapi juga level/kualitas hidup dr sisi kesehatan dan pendidikan. Dan shodaqoh juga bisa berupa tanaman, hal ini penting banget karena sekarang environmental degradation semakin meningkat. Dan issue ekonomi sekarang adalah mengintegrasikan perkembangan ekonomi dengan environmental sustainability.
Nah, ini berarti tinggal pengelola ZIS-nya yg mesti pinter me-manage uang ZIS tersebut. Makanya dibutuhkan orang-orang Islam yang pintar masalah ekonomi, pendidikan, segala hal deh, dan mesti dikoordinasikan dengan baik juga, untuk menuju “sustainable development” perkembangan yg berkelanjutan, dr segi ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan.
