Jan 25 2012

Treatment Guidelines for Severely Malnourished Children

Saya sekarang lagi beajar Nutrition Disorders. Belajar macem-macem, dari mulai defisiensi mikronutrien, sampe defisiensi energi (Protein Energy Malnutrition - PEM). Serunya adalah, kita di sini belajar jadi Nutritionist betulan (ya iyalah), yang mengatur gizi anak2 yang kena malnutrisi.

Well, pertama, pasti mesti ada assesment dulu, mana anak yang kena malnutrisi, dan itu ada beberapa indikator. Yang paling mudah dilakukan adalah Mid Upper Arm Circumference (MUAC) kalo kurang dr 12,5 cm, udah severely acute malnourished, kalau diantara 12,5-13,5 cm dikategorikan mild malnutrition, dan >13,5 dinyatakan sehat. MUAC ini terutama digunakan pada emergency situation, ex.Refugee camp. Indikator lain adalah Wasting (Weight for Height < -2 SD, so yes we use statistics this time). Kalau indikator ini biasanya buat emergency situation, bisaa…untuk long-term planning juga bisa. Beda sama Height for Age (< -2 SD = Stunting), ini biasanya untuk long-term planning aja.

Nah, ketika sudah dikategorikan, mulai saatnya treatment. Untuk severely acute malnourished children, yang biasanya Marasmic, Kwashiorkor atau gabungan keduanya (Marasmic-Kwashiorkor), harus di treatment dengan super hati hati. Karena, mereka ini tubuhnya sudah berubah (vili di usus berkurang, sehingga penyerapan juga berkurang, hasil dari kompensasi kekurangan protein dan energi, tubuh mereka juga kekurangan Kalium, kekurangan SEMUA MIKRONUTRIEN, menyimpan banyak air di tubuh, makanya banyak anak2 yg kena malnutrisi itu perutnya kembung, mereka juga kena diare). Selain itu mereka juga hypothermic, dan rentan terkena penyakit. Oleh karena itu, tindakan pertama adalah menyelimuti mereka, atau lebih bagus lagi mendekap mereka, karena perpindahan panas skin-to-skin itu lebih efektif. Dan mereka juga mesti divaksinasi. Biasanya yg paling rentan itu kena cacar (measles), jd mereka divaksin itu.

Nah, dalam hal hati-hati memberi makanan, berikut guidelinesnya

Jangan kasih mereka TERLALU BANYAK MAKANAN. Kebutuhan kcal anak balita biasanya adalah 150 kcal/kg/hari. Untuk anak2 yg kena malnutrisi ini, kasihnya 75 kcal/kg/day, yang diberikan setiap 2-3 jam, jadi sehari bisa makan sampe 5-6 kali. hal ini dilakukan untuk menstabilkan anak. Selanjutnya, bila sudah stabil dan Basal Metabolic Rate-nya sudah meningkat, bisa ditambah kalorinya, jadi 100 kcal/kg/day, setelah membaik, ditambah jadi 150 kcal/kg/day, ini sudah tahap recovery dan jenis makanan yg diberikan pada tahap akhir ini sudah benar2 berupa makanan (family food, culturally acceptable food). Kalau sebelumnya, pemberian makanan mesti yang halus dan mudah dicerna semacam bubur, tapi gak boleh bubur yang berasal dari cereals food tok (misal: bubur nasi, bubur jagung, gitu..karena energy density nya rendah), biasanya di awal treatment, mereka diberikan RUTf (Ready-to-use Therapeutic Food), kepunyaannya PBB. Tersedia 75, 100, 150 sampe 200 kcal, isinya adalah peanut paste, oil, sugar, mix of micronutrients (pokoknya ini energy-dense food dan udah mencakup semua yang dibutuhkan anak tsb). 

Yang tidak boleh dilakukan adalah memberi suplemen Zat Besi. Walaupun mereka anemia, tp mereka belum cukup kuat untuk diberikan zat besi. Zat besi itu sangat toxic buat mereka. Juga jangan masukkan mereka ke rumah sakit. Karena rumah sakit itu penuh dengan orang sakit. Bagi anak-anak yg rentan terkena penyakit, ini bisa membahayakan..

Intinya, give them Well-digested food, Frequent small meal, Low salt diet, Rich in Potassium, Add Magnesium to increase red blood cells, Give Micronutrient cocktail, Not giving Iron, Not Hospitalized, Warm them up, give them vaccination and antibiotics if they’re sick.

Katanya, hr ini apa kmaren Hari Gizi Se-Indonesia ya? Selamat Hari Gizi, semoga Indonesia bisa terbebas dari malnutrisi, dan saya bisa jadi bagian dari itu. Aamiin. Tunggu saya bertindak nyata, ya…gak cuma nulis doang….